Cara belajar yang bertahan sampai ujian: menjelaskan, bukan membaca ulang
Awal semester adalah waktu terbaik mengganti kebiasaan belajar yang terasa produktif tapi tidak menempel.
Semester baru dimulai, dan ini saat yang tepat membicarakan kebiasaan belajar sebelum tugas menumpuk. Kebiasaan yang paling umum, dan paling sering gagal, adalah membaca ulang catatan sambil menyoret dengan stabilo. Rasanya produktif. Halamannya berwarna. Tapi saat ujian datang, materi yang terasa familiar itu ternyata tidak bisa dipanggil keluar dari kepala.
Familiar bukan berarti paham. Membaca ulang hanya membuat kita mengenali teks, bukan mengingat isinya. Yang membuat sesuatu menempel adalah usaha mengeluarkannya kembali tanpa bantuan.
Baca juga: Keluar dari jebakan menonton tutorial tanpa pernah mengerjakan apa pun
Dua kebiasaan yang saya pakai sampai sekarang
Pertama, tutup buku dan jelaskan materi dengan kata-kata sendiri, seolah ke adik yang belum pernah mendengarnya. Kalau macet di satu bagian, itu bagian yang belum kamu pahami, bukan yang belum kamu baca. Buka bukunya untuk bagian itu saja, lalu coba lagi.
Kedua, pisahkan waktu belajar menjadi beberapa sesi pendek selama seminggu daripada satu malam panjang. Mengulang materi dengan jeda terasa lebih sulit, karena kamu sempat lupa sebagian. Justru proses mengingat kembali yang sulit itu yang memperkuat ingatannya.
Kamu tidak perlu aplikasi atau metode bernama rumit. Kertas kosong dan pertanyaan "apa yang baru saja saya pelajari" sudah cukup. Coba satu minggu ini untuk satu mata kuliah, dan bandingkan sendiri hasilnya dengan cara lama.