Satu menit pertama wawancara: menjawab "ceritakan tentang dirimu" tanpa mengulang CV
Pertanyaan pembuka yang paling sering dijawab dengan cara paling membosankan.
Hampir setiap wawancara kerja dibuka dengan permintaan yang sama: ceritakan tentang dirimu. Dan hampir setiap pelamar pertama kali menjawabnya dengan membacakan CV dari atas ke bawah. Nama, asal, jurusan, organisasi, lulus tahun sekian. Pewawancara sudah membaca semuanya. Yang mereka cari adalah caramu merangkai semua itu menjadi satu cerita.
Saya dulu menjawabnya dengan dua menit tanpa jeda, dan baru sadar belakangan bahwa pewawancara sudah berhenti mencatat sejak detik ke tiga puluh. Jawaban yang bagus justru pendek.
Baca juga: Email lamaran pertama: tiga baris yang menentukan lampiranmu dibuka atau tidak
Pola sederhana yang bisa kamu pakai
Mulai dari sekarang: apa yang sedang kamu kerjakan atau baru selesai kamu pelajari. Lalu mundur sedikit: satu atau dua pengalaman yang membuatmu tertarik pada bidang ini. Tutup dengan alasan kamu duduk di ruangan itu hari ini. Tiga bagian, kira-kira satu menit, selesai.
Yang perlu dihindari adalah daftar. Begitu kamu mulai menyebut lima organisasi berturut-turut, pendengar kehilangan benang merahnya. Pilih yang paling berhubungan dengan posisi yang dilamar, dan simpan sisanya untuk pertanyaan lanjutan. Pewawancara yang tertarik pasti akan bertanya lebih jauh.
Latih dengan suara keras, bukan di dalam kepala. Rekam di ponsel, dengarkan, dan perhatikan di mana kamu mulai bertele-tele. Biasanya itu bagian yang perlu dipotong. Jawaban pembuka yang rapi tidak menjamin diterima, tapi memberi pewawancara alasan untuk menyimak sisanya dengan sungguh-sungguh.